Kamis, 27 Mei 2010

Tentang Gangguan Autism dan Pembangunan Pervasif

Istilah gangguan perkembangan itu meluas (PDDs) mengacu pada sekelompok kondisi perkembangan yang melibatkan komunikasi tertunda atau mengalami penurunan nilai dan keterampilan sosial, perilaku, dan keterampilan kognitif (belajar).
Karena autisme adalah yang paling dikenal dari PDDs, kelainan juga dikenal sebagai gangguan spektrum autis (ASDs).
PDDs termasuk Sindrom Asperger dan dua kondisi yang kurang umum, gangguan disintegrasi masa kanak-kanak dan sindrom Rett. PDDs biasanya didiagnosis pada masa bayi, balita, atau anak usia dini.

Tanda dan Gejala
Tanda-tanda ASDs biasanya dikenali sebelum seorang anak berusia 3 tahun. Namun, gejala dapat berkisar dari parah sehingga halus bahwa mereka tampaknya akan aspek normal dari perkembangan anak. Untuk itu, diperlukan beberapa tahun untuk sepenuhnya ASD untuk diidentifikasi. Itulah mengapa American Academy of Pediatrics (AAP) merekomendasikan dokter anak mencari tanda-tanda awal yang menunjukkan kemungkinan autisme pada setiap kunjungan dan secara resmi layar untuk autisme pada usia 18 bulan dan 24 bulan, dan saat lain ada kekhawatiran.
Gejala-gejala awal dapat termasuk:
• kesulitan berinteraksi, bermain dengan, atau berhubungan dengan orang lain
• menghindari kontak mata, tidak melihat orang
• tidak menunjuk ke objek untuk menarik perhatian kepada mereka
• gerakan yang tidak biasa, seperti tangan melambai-lambai, berputar, atau menekan
• keterlambatan dalam tahap perkembangan atau kehilangan tonggak yang telah dicapai
• bermain dengan mainan yang sama dengan cara yang aneh atau berulang
• tidak menggunakan atau memahami bahasa
• tidak mengeksplorasi sekeliling dengan rasa ingin tahu atau kepentingan
Anak-anak yang menunjukkan pola perilaku ini harus dievaluasi oleh dokter. Tidak ada tes darah atau tes otak (seperti MRI) dapat mendiagnosa ASDs, meskipun tes tersebut dapat dilakukan untuk memeriksa kondisi lain yang dapat menyebabkan gejala.
Seorang anak dengan ASD dicurigai harus dievaluasi oleh dokter dengan keahlian dalam gangguan, seperti seorang ahli saraf anak, perkembangan dokter anak, psikiater anak, atau psikolog anak. Parent kuesioner, penilaian pendidikan dan kognitif, penilaian bahasa, atau bermain dan penilaian perilaku dapat digunakan untuk membantu mendiagnosis autisme.

Sumber : kidshealth.org

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar